Mengenang Masa
Bersama BIUS
Sejak dimulai pada tahun 2009, Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS) telah melahirkan banyak alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang. Ada yang setia menekuni jalur pendidikan sesuai dengan disiplin S1-nya, ada yang tumbuh menjadi pengusaha sukses, hingga ada pula yang memilih menjadi pendidik dan penggerak lembaga pendidikan. Kehadiran para alumni BIUS menjadi bukti nyata bahwa akses terhadap pendidikan tinggi mampu membuka peluang dan menjadi pembeda dalam perjalanan masa depan.
Masa Indah Penuh Kenangan
Bersama BIUS
Cerita Alumni Penerima BIUS

Anna Fitriani
FMIPA, 2011
Keterbatasan Bukan Lagi Menjadi Batas Untuk Berkontribusi dan Berprestasi
Berasal dari Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Semasa kuliah, selain aktif berorganisasi Anna tetap bisa menjaga prestasi akademiknya. Anna pernah aktif di Badan Pengurus Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI ITB) pada tahun 2014, Kementrian Kesejahteraan Mahasiswa Kabinet KM ITB 2014/2015 dan menjadi wakil mahasiswa Majelis Wali Amanat pada tahun 2015/2016.
Selain itu, Anna pernah menjuarai beberapa kompetisi yakni Juara II pada Olimpiade Sains dan Teknologi Mahasiswa, Medali Perak pada Olimpiade Nasional MIPA (ON MIPA) dan Juara III Indonesian Essay Competition yang diselenggarakan oleh PPI India. Pada tahun 2015 Anna terpilih menjadi peserta Japan-Asia Youth Exchange Program in Science yang diselenggarakan di Jepang dan 4th Asean Synchrotron Science Camp di Thailand.
Tentang BIUS, Anna berkomentar: “ Keterbatasan bukan lagi menjadi batas untuk berkontribusi dan berprestasi. BIUS mengajarkan kami bahwa kepedulian mampu menghilangkan batas tersebut dan mengubah kelemahan menjadi kesempatan. Terimakasih banyak BIUS.”

Nirmala
STEI, 2009
BIUS Merupakan Pintu Gerbang untuk Menggapai Cita-cita
Berasal dari Kabupaten Nganjuk, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Nirmala berhasil menempuh Pendidikan di Teknik Elektro ITB kurang dari 4 tahun. Tugas Akhir yang mengantarkannya lulus dengan predikat Cum Laude pun berhasil menyabet penghargaan The Best Engineering Design pada Electrical Engineering Days ITB 2013. Selain itu pula, tugas akhir tersebut juga berhasil menjadi finalis Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diadakan oleh DIrektorat Pendidikan Tinggi (DIKTI), Kementrian Pendidikan pada tahun 2013.
Selain berprestasi dalam bidang akademik, Nirmala juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan. Nirmala aktif sebagai pengurus di himpunan dan pada tahun 2012, Nirmala menjadi Bendahara Umum kegiatan berskala nasional yang dihadiri lebih dari 2000 orang yaitu, Kontes Robot Indonesia, dimana ITB didapuk sebagai panitia penyelenggara. Sejak lulus hingga sekarang, Nirmala berkarier secara professional di korporat dan terakhir menjabat sebagai supervisor territory di Telkomsel, salah satu Perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia.
Bagi Nirmala, BIUS merupakan pintu gerbang yang mengantarkan dia ke jenjang pendidikan tinggi untuk menggapai cita-cita. BIUS merupakan simbol kontribusi nyata alumni ITB untuk pendidikan di Indonesia dan telah menjadi harapan bahwa keterbatasan tidak menjadi halangan bagi generasi muda di seluruh pelosok Indonesia untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin, terutama di almamater tercinta, ITB. Selain itu hal yang spesial bagi Nirmala, BIUS juga telah menjadi keluarga yang menemani masa-masa awal sebagai mahasiswa hingga saat ini.

Wahyu Utomo
STEI, 2010
BIUS Bukan Hanya Sebatas Beasiswa Biasa!
Berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Selama menempuh pendidikan di ITB, ia aktif di beberapa kegiatan kampus, diantaranya adalah pernah menjadi Kepala salah satu bidang usaha di Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa ITB. Selain itu, ia juga pernah terlibat dalam kegiatan sosial semisal acara Aku Masuk ITB yang bertujuan untuk memberikan informasi dan motivasi kepada anak-anak SMA di Indonesia agar tidak takut melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnyaITB, karena masalah biaya atau hal lainnya.
Selain aktif berorganisasi, ia juga memiliki prestasi sebagai peraih medali perunggu dan emas di PIMNAS XXVI Mataram bersama dua penerima BIUS lainnya. Ia menyelesaikan pendidikan di ITB dalam waktu 4 tahun dengan predikat cum laude.
Saat ini, ia terpilih menjadi salah satu awardee beasiswa LPDP dan sedang menempuh pendidikan master dalam bidang Embedded System di TU Eindhoven, Belanda.
Bagi Wahyu, BIUS bukan hanya sebatas beasiswa yang memberi kesempatan untuk berkuliah di ITB namun BIUS merupakan pintu hingga ia bisa sampai dalam tahap ini. BIUS memiliki program pembinaan yang selain memberikan bekal untuk kehidupan di masa depan juga, membuka wawasan dan memotivasi untuk berani bermimpi.

Leonard Hendrawan
FTTM, 2009
Bius Memiliki Komitmen Tinggi Untuk Memberikan Kesempatan Kepada Siswa Di Seluruh Indonesia
Leonard Hendrawan berasal dari Bandung, Jawa Barat. Ia menempuh pendidikan di jurusan Teknik Perminyakan ITB dari tahun 2009 hingga 2013. Sejak SMA, Leonard telah menunjukkan prestasi dengan mengikuti berbagai kompetisi dan menjadi lulusan terbaik di sekolahnya.
Selama kuliah, Leonard memperlihatkan komitmen dalam bidang akademik dengan menjuarai kompetisi nasional di bidang energi dan menulis beberapa karya ilmiah. Pada tahun 2012, ia mendapatkan beasiswa dari US Department of State untuk belajar di Colorado, Amerika Serikat, selama dua bulan. Selain prestasi akademik, Leonard juga aktif di beberapa organisasi. Salah satunya adalah menjadi ketua kejuaraan nasional hoki ruangan antar perguruan tinggi pada tahun 2011. Ia juga berhasil membawa tim Hoki ITB meraih juara ketiga pada kompetisi nasional hoki ruangan yang diselenggarakan di ISTN, Jakarta, pada tahun 2012.
Setelah lulus, Leonard memulai kariernya dengan bekerja di SLB pada tahun 2013 sebagai Field Engineer. Ia telah ditempatkan di beberapa lokasi di Indonesia (Jawa, Kalimantan, Sumatera) dan juga di luar negeri (Arab Saudi). Saat ini, Leonard menjabat sebagai Product and Service Delivery Manager di divisi Reservoir Performance di Jakarta.
Menurut Leonard, dirinya merupakan bukti nyata bahwa pendidikan merupakan gerbang untuk membuka pikiran dan mendapatkan kesempatan untuk bermanfaat bagi banyak orang. Leonard sangat bersyukur dengan adanya program BIUS yang telah membantunya meraih berbagai pencapaian dan menjadi manfaat bagi orang lain. BIUS memiliki komitmen tinggi untuk memberikan kesempatan kepada siswa unggulan dari seluruh daerah di Indonesia yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk dapat belajar di ITB. Selain itu, BIUS memiliki relawan yang sangat mendukung dan membimbing penerima beasiswa agar dapat menjalani kuliah dan berorganisasi dengan baik. Leonard berharap program BIUS, dengan tujuan mulia ini, dapat terus berlanjut dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Mahdi Karim
SAPPK, 2009
Bius Menanamkan Pola Pikir Untuk Senantiasa Berkarya, Berinovasi, dan Selalu Berbuat Untuk Kepentingan Banyak Orang.
Berasal dari kota ‘Cibinong’ Bogor, Jawa Barat, Dengan predikat Cum Laude, Mahdi Karim lulus dari ITB tahun 2013. Pada tahun 2010, dia dianugerahi penghargaan Mahasiswa Terbaik ke-2 Prodi PWK oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITB. Selain berprestasi dalam bidang akademik, Mahdi juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi. Salah satunya menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Planologi Pangripta Loka ITB 2012/2013.
Sejak lulus hingga sekarang, Mahdi mengemban amanah sebagai Ketua Yayasan Al Umanaa, sebuah yayasan yang menyelenggarakan pendidikan boarding berbasis karakter (akhlak) dengan orientasi lingkungan di Sukabumi. Menapaki awal tahun ke-3, Al Umanaa telah memiliki 157 siswa dari berbagai penjuru Indonesia, yang sebagiannya merupakan anak yatim dan tidak mampu, serta telah mengukir prestasi hingga tingkat nasional. Selain itu, di Sukabumi pula Mahdi dan enam teman-teman dari alumni ITB angkatan 2009-2012 tengah merintis sebuah agribisnis terpadu mulai dari budidaya, pengolahan limbah, hingga pengolahan hasil budidaya.
Menurut Mahdi, dengan berbagai program pembekalannya, BIUS lebih dari sekedar beasiswa. Tidak hanya memberikan bantuan dana, BIUS juga menanamkan pola pikir yang bermanfaat kepada penerimanya untuk senantiasa berkarya, berinovasi, dan selalu berbuat untuk kepentingan banyak orang. Mahdi berharap program BIUS, dengan berbagai kelebihannya ini, dapat dirasakan oleh banyak orang.